Banjarbaru, Kemendikbudristek - Awal hari pertama Tahun Ajaran 2022/23 pada tanggal 18 Juli 2022 di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dan juga bersamaan dengan Kunjungan Kerja Pimpinan Kemdikbudristek dalam hal ini diwakili oleh Aswin Wihdiyanto Plt. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus didampingi oleh Yuli Haryanto Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) dan Abdul Kamil Marisi Kepala Balai Guru Penggerak (BGP), untuk melakukan audiensi dengan H. M. Aditya Mufti Arifin, S.H., M.H. selaku Wali Kota Banjarbaru beserta Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya di kediaman Wali Kota, selain agenda kunjungan ke sekolah terkait Implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam pertemuan tersebut hadir pula perwakilan Kepala Sekolah dan Guru Penggerak Angkatan 1, serta perwakilan Kepala Sekolah serta Guru dari Implementasi Kurikulum Merdeka jalur Mandiri Berubah dan Berbagi dari segala jenjang, seperti PAUD, SD, SMP dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Tujuan kunjungan kerja tersebut antara lain: memperkuat sinergi dan dukungan pemerintah daerah kepada sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara mandiri; meluruskan miskonsepsi pemangku kepentingan terkait dalam hal ini Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, dan orang tua murid terkait Kurikulum Merdeka; mengajak Kepala Sekolah dan Guru untuk memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar dan Komunitas Belajar; melihat kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka jalur mandiri, memotret praktik baik atau tantangan dalam penerapan praktik baik dalam persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka; serta meminta kesediaan Pemda/Dinas/Kepsek/Guru untuk berbagi pengalaman dalam pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka. Terkait Implementasi Kurikulum Merdeka, Aswin menyampaikan “sampai tahun 2024 tidak ada paksaan bagi sekolah untuk memilih kurikulum mana yang akan digunakan, Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat atau Kurikulum Merdeka, semua dikembalikan ke sekolah berdasarkan kesiapan masing-masing sekolah”. Ditambahkan, “saat ini di Kota Banjarbaru terdapat 58 sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri belajar, 22 sekolah dengan jalur mandiri berubah, dan 8 sekolah dengan jalur mandiri berbagi”. Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan, bahwa agar seluruh Kepala Sekolah dan Guru di Kota Banjarbaru dapat mengoptimalkan penggunaan Platform Merdeka Mengajar, sehingga diharapkan akan meningkatkan kemampuan guru dan kepala sekolah.

Karena dalam penggunaan ‘high tech’ dimana tidak dapat dipungkiri, bahwa saat ini banyak anak sekolah sudah dapat menggunakan gawai, sehingga Kepala Sekolah dan Guru diharapkan dapat menyesuaikan kemampuan mengajar sesuai kemampuan murid. “Platform Merdeka Mengajar bukan bermakna merdeka untuk bebas, tetapi Kepala Sekolah dan Guru dituntut untuk lebih kreatif dan lebih berkreasi yang membawa kemajuan dan dampak yang siginifikan berdasarkan bakat peserta didik karena disitulah tantangangnya. Harapannya bisa lebih berinovasi dan diperlukan dukungan kepada sekolah” tutur M. Aditya Mufti Arifin kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, dan Guru yang hadir di ruang audiensi. Terkait dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka, Wali Kota menyambut baik hal tersebut, “kami dari Pemerintah Kota sangat mendukung dan berharap kolaborasi dan sinergi ini perlu dilanjutkan, mengingat pendidikan merupakan layanan paling dasar” kata M. Aditya Mufti Arifin Wali Kota juga memberikan apresiasinya kepada Sekolah Penggerak yang telah berbagi praktik baik kepada sekolah sekitar Kota Banjarbaru untuk Implementasi Kurikulum Merdeka jalur Mandiri. Selain itu, Wali Kota menyambut antusias BPMP dan BGP Provinsi Kalimantan Selatan yang turut menginformasikan Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala Sekolah dan Guru menyampaikan, bahwa Kurikulum Merdeka lebih menyenangkan dan menarik untuk peserta didik karena materi yang disampaikan sudah ada contoh perangkat ajar seperti modul ajar, buku teks pelajaran, video pembelajaran, modul projek, dan bahan lainnya. “Kurikulum Merdeka sangat menarik dan luar biasa membawa paradigma baru dan pemulihan pembelajaran setelah covid 19. Setelah beberapa pemulihan, kita diajari bagaimana cara membuat pembelajaran yang terdiferiensi dan berpihak pada murid” ujar Inggid Megasari Guru SD Negeri landasan Ulin Utara. Bahkan, bagi Guru yang sudah mampu membuat materi perangkat ajar dapat mengunggah pada PMM melalui fitur Lihat Bukti Karya, sehingga hasil pekerjaan guru tersebut dapat dilihat atau menjadi inspirasi bagi guru lainnya.