PMPK - Permendikbud Nomor 9 Tahun 2020 dipandang sebagai upaya untuk mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia sesuai dengan amanat UUD 1945. Hal tersebut sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), terkait dengan pendidikan formal, informal, dan nonformal. Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) menyatukan ketiganya.

Di dalam Direktorat Pendidikan Masyarakat  memprogramkan keaksaraan dan kesetaraan. Pada Pendidikan Masyarakat ini, berfokus pada pemberantasan buta aksara. Sedangkan untuk kesetaraannya, menangani Paket A, Paket B, dan Paket C. Paket-paket ini proses pembelajarannya ada di dua tempat, yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Sedangkan untuk Pendidikan Khusus, Direktorat PMPK menangani anak-anak yang mempunyai hambatan dalam proses pembelajaran, di antaranya hambatan komunikasi penglihatan tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa hingga ke autis. Untuk Pendidikan Khusus di dalamnya juga menangani gifted and talented terkait dengan bakat istimewa dan cerdas istimewa. Bakat istimewa ini menekankan kepada bakat prestasi olahraga dengan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) dan juga berfokus pada Olahraga Berprestasi.

Sekolah inklusi juga menjadi titik fokus bagi Direktorat ini. Hal ini disebabkan bahwa banyak anak berkebutuhan khusus juga bersekolah inklusi. Apa yang diberikan direktorat terkait sekolah inklusi ini adalah tentang kemandirian. Bagaimana anak-anak tersebut memiliki tingkat kemandirian yang baik. Mandiri mengurus dirinya serta dibekali dengan keterampilan vokasional.

Visi Direktorat PMPK 

Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus merupakan unit organisasi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah yang mengemban amanat dalam memajukan pembangunan SDM melalui usaha bersama semua anak bangsa untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memajukan kebudayaan di bidang pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, dan pendidikan khusus. Direktorat PMPK dalam menentukan visi berdasarkan pada visi kementerian dalam pencapaian kinerja, potensi dan permasalahan, Visi Presiden pada RPJMN Tahun 2020-2024, serta Visi Indonesia 2045. Adapun Visi Kemendikbud 2020-2024 adalah:

Direktorat PMPK, Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kesetaraan dan Pendidikan Khusus yang Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan global.

Visi tersebut di atas menggambarkan komitmen Direktorat PMPK mendukung terwujudnya visi dan misi Presiden melalui pelaksanaan tugas dan kewenangan yang dimiliki secara konsisten, bertanggung jawab, dapat dipercaya, dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas. Oleh karena itu, perumusan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan dan kebudayaan akan mengedepankan inovasi guna mencapai kemajuan dan kemandirian Indonesia. Sesuai dengan kepribadian bangsa yang berlandaskan gotong royong, Direktorat PMPK dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, bekerja bersama untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan Visi dan Misi Presiden tersebut.

Misi Direktorat PMPK

Untuk mendukung pencapaian Visi Presiden, Direktorat PMPK sesuai tugas dan kewenangannya, melaksanakan Misi Presiden yang dikenal sebagai Nawacita kedua, yaitu menjabarkan misi nomor (1) Peningkatan kualitas manusia Indonesia; nomor (5) Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa; dan nomor (8) Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya. Untuk itu, misi Direktorat PMPK, Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Kemendikbud dalam melaksanakan Nawacita kedua tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mewujudkan Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan, didukung oleh infrastruktur dan teknologi.

2. Mengoptimalkan peran serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung transformasi dan reformasi pengelolaan pendidikan anak usia dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.