PMPK, Jakarta – Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Samto mengatakan dalam upaya menaikkan minat baca, masalahnya ada dua, yakni terkait minat baca dan ketersediaan bahan bacaan. Hal itu diutarakan Samto pada siniar (podcast) bertema “Mengenal Fungsi dan Peran PMPK”. Siniar lengkapnya dapat disimak di akun YouTube Ditjen PAUD Dikdasmen.

“Maka kita di PMPK menggunakan dua pendekatan itu,” kata Samto.

Untuk ketersediaan bahan bacaan, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) memfasilitasi dengan kegiatan donasi buku online.

“Jadi komunitas-komunitas literasi, itu dia bergabung dalam komunitas donasi buku. Jadi semua kita tidak mendaftari ya, tapi mereka yang harus mendaftar aktif. Taman baca, komunitas baca itu mendaftar dalam donasi buku online, kemudian kita hubungkan dengan donatur,” tutur Samto.

“Donatur bisa mengirimkan langsung atau melalui kami. Jadi di gudang kami, setiap bulan tidak kurang dari ratusan ribu buku masuk. Donatur bisa dari korporasi, individual, atau LSM yang bergerak di perbukuan,” lanjut Samto.

Menurut Direktur PMPK, teman-teman dari forum Taman Bacaan Masyarakat datang ke Direktorat PMPK untuk menyortir, melakukan kurasi. Maka ketika buku dikirim akan tepat sasaran, seperti TBM yang fokus pada buku-buku pertanian, ataupun buku anak-anak sebagai contoh.

Direktorat PMPK juga bekerja sama dengan Pos Indonesia terkait pengiriman buku-buku tersebut.

Sedangkan untuk masalah minat baca yang rendah, Direktorat PMPK mendorong teman-teman komunitas, relawan untuk bergerak mengampanyekan budaya baca.