PMPK, Jakarta – Dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Presiden Republik Indonesia   Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020 –2024, dan Instruksi Presiden No.9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan    Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Kementerian Pendidikan,   Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan  Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen, melanjutkan pelaksanaan percepatan   pembangunan sumber daya manusia di Papua dan Papua Barat dengan mengembangkan   Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi putra-putri asli Papua dan Papua Barat. Program ADEM Daerah Terdepan, Terluar dan Terbelakang (3T) dan Wilayah Perbatasan bagi  putra putri dari daerah 3T dan wilayah perbatasan, serta Program ADEM Repatriasi bagi putra  putri Buruh Migran Indonesia di Sabah, Serawak Malaysia untuk mendapatkan pendidikan  jenjang menengah di Indonesia.

Program ADEM Papua dan Papua Barat diperuntukkan putra-putri asli Papua dan Papua Barat  lulusan SMP/MTs diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menempuh pedidikan menengah  (SMA dan SMK) di luar Provinsi Papua dan Papua Barat, yaitu di Provinsi Banten, Jawa Barat,   Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Program ADEM Daerah Terdepan, Terluar dan Terbelakang (3T) dan Wilayah Perbatasan  diperuntukkan bagi putra putri dari daerah 3T dan wilayah perbatasan lulusan SMP/MTs     diberi kesempatan menempuh pendidikan menengah (SMA/SMK) di Ibu Kota Provinsi.  Provinsi pelaksana tersebut adalah Provinsi Aceh, Riau, Sumatra Barat, Kalimantan Barat,   Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur.

Program ADEM Repatriasi diperuntukkan bagi putra putri Buruh Migran Indonesia di Sabah,  Serawak Malaysia, lulusan Community Learning Center (CLC) yang ada di ladang-ladang,   diberi kesempatan untuk kembali ke tanah air Indonesia untuk mendapatkan pendidikan   jenjang  menengah (SMA/SMK). Peserta Didik Program ADEM Repatriasi ditempatkan di 11 Provinsi   pelaksana yaitu: Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta,   Jawa Timur, Bali, Lampumg, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara dan Sulawesi Selatan.

Mulai tahun 2021, pelaksanaan seleksi siswa baru, persyaratan yang harus dipenuhi yaitu siswa   sudah terdaftar dalam Aplikasi DAPODIK karena data tersebut akan terhubung dengan   Aplikasi ADEM yang disiapkan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus yaitu melalui aplikasi http://adem.kemdikbud.go.id.