PMPK - Mewujudkan Pendidikan Kesetaraan yang berkualitas dan bermartabat terus dilakukan oleh Kemendikbud melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Masyarakat (PMPK). Langkah yang dilakukan adalah dengan  mengembangan E-raport yang akan terintegrasi dengan Dapotik. 

Direktur PMPK, Dr Samto mengatakan, Ini sangat penting dilakukan, sehingga perkembangan peserta didik setiap semester dapat diikuti.  “Kalau tidak ada data perkembangannya maka tidak bisa mengikuti ujian,” ujar  Dr. Samto dalam video yang diunggah oleh PKBM Gema Kota Tasikmalaya pada 27 Agustus 2020 melalui Youtube.  

Samto tegas meminta agar data perkembangan peserta didik setiap semester harus diupdate. “Sekarang tidak cukup upload raport. Setiap semester datanya harus diupdate. Jika tidak maka resikonya peserta didik tidak bisa mengikuti ujian,” ujarnya.

“Data hasil belajar harus menjadi input, termasuk nilai ujian pendidikan kesetaraan (UPK) ,” imbuhnya.

Samto melanjutkan, jika nilai raport dan nilai UPK tersedia maka nilai ijazah bisa diambil dari nilai tersebut. Selanjutnya tingggal memasukan formula, dan otomatis nilai ijazah akan ada pada Dapodik. “Jika sudah terwujud itu maka satuan pendidikan tidak lagi menulis ijazah, cukup tanda tangan karena semua data sudah terinput secara rapi,” ujarnya.

Dia mengatakan ini merupakan langkah untuk mewujdukan data security. Sehingga tidak lagi hanya keamanan kertas atau keamanan cetak. “Jika sudah mengguanakan data security maka tidak lagi bisa menggunakan ijazah palsu. Ini harus dibersihkan bersama-sama. Ini bisa dilakukan jika kita semua memiliki integritas. Mari kita sama-sama membangun pendidikan kesetaraan yang berkualitas dan bermartabat,” demikian Samto.