PMPK, Jakarta - Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyuguhkan dengan berbagai acara inspiratif, diantaranya webinar Panggung Anak Indonesia Merdeka, Bincang Pakar dan Pegiat PAUD ‘Anak Cerdas Terliterasi’ yang diselenggarakan pada Jumat (23/7/2021), secara virtual.

Pada webinar Panggung Anak Indonesia Merdeka, penampilan menarik disuguhkan M. Nizar Abdillah, seorang Pantomim SLB yang berkebutuhan khusus tunarungu.

Dikisahkan cerita pantomim Si Tinggi dan Si Pendek. Si tinggi merisak si pendek karena tidak mampu melihat macam-macam es dung dung yang ada. Lalu kisah pun bergulir, ternyata si tinggi lupa membawa uang, alhasil si pendek yang membayari es krimnya.

“Tinggi dan pendeknya badan, mereka harus saling melengkapi, tidak boleh saling mengejek, karena semua itu adalah pemberian dari Tuhan. Akhirnya mereka melengkapi setiap aktivitasnya,” suara narator Alfantomim melengkapi gerak dinamis pantomim Nizar.

Dalam sesi tanya jawab, Nizar didampingi sang pelatih, Alfantomim, Nizar mengisahkan pengalaman pertamanya yang cukup sulit untuk mempraktikkan pantomim. “Berbulan-bulan belajar ekspresi hingga satu tahun belajar baru bisa bermain pantomim dengan lancar dan sekarang sudah terasa gampang,” ungkapnya.  

Nizar saat ini sering tampil pada acara car free day (CFD), penggalangan dana bencana, hingga pantomim keliling ke rumah-rumah baca. Kepiawaiannya berpantomim membuatnya berhasil meraih juara di berbagai lomba. Salah satunya adalah juara 2 pantomim se-Jawa Timur. 

Mimpi memiliki sanggar pantomim yang bagus

Sang pelatih, Alfantomim dalam sesi tanya jawab mengungkap asanya untuk memiliki sanggar pantomim yang bagus.

“Kak Alfan pengin punya sanggar yang bagus buat anak-anak latihan, baik itu anak-anak SD, remaja, dan juga teman-teman disabilitas, seperti teman-teman tuli, teman-teman tunadaksa, teman-teman tunagrahita, untuk belajar berpantomim,” harap Alfantomim.

Alfan melatih pantomim sejak 2016. Ia ketika itu melatih anak-anak di kampungnya untuk bermain pantomim.

“Kemudian seiring berjalannya waktu, Kak Alfan sekarang ada di Jombang, bikin sanggar kecil-kecilan, yang bisa ditempati untuk anak-anak yang di sekitar sanggar dan juga teman-teman tunarungu atau teman-teman tuli untuk belajar berpantomim. Kapasitas sanggarnya masih belum besar, sanggarnya sederhana di Jombang,” jelas Alfantomim.