PMPK, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencanangkan kebijakan Merdeka Belajar yang memiliki cita-cita menghadirkan pendidikan bermutu tinggi bagi semua rakyat Indonesia, yang dicirikan oleh angka partisipasi yang tinggi di seluruh jenjang pendidikan, hasil pembelajaran berkualitas, dan  mutu pendidikan yang merata baik secara geografis maupun status sosial ekonomi. Selain itu,  fokus pembangunan pendidikan dan pemajuan kebudayaan diarahkan pada pemantapan budaya dan karakter bangsa melalui perbaikan pada kebijakan, prosedur, dan pendanaan pendidikan serta pengembangan kesadaran akan pentingnya pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa dan penyerapan nilai baru dari kebudayaan global secara positif dan produktif. Merdeka Belajar  juga  mendorong partisipasi dan dukungan dari semua pemangku kepentingan yaitu: keluarga, guru, lembaga pendidikan, DU/DI, dan masyarakat.

Merdeka belajar dapat terwujud secara optimal melalui:

1) Peningkatan kompetensi kepemimpinan, kolaborasi antarelemen masyarakat, dan budaya;

2) Peningkatan infrastruktur serta pemanfaatan teknologi di seluruh satuan pendidikan;

3) Perbaikan pada kebijakan, prosedur, dan pendanaan pendidikan;

4) Penyempurnaan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

Perubahan yang diusung oleh Kebijakan Merdeka Belajar akan terjadi pada kategori:

1) Ekosistem pendidikan;

2) Guru;

3) Pedagogi;

4) Kurikulum;

5) Sistem penilaian