PMPK, Jakarta – Pendidikan  nonformal melalui pendidikan  kesetaraan merupakan salah  satu  layanan Kementerian Pendidikan kepada masyarakat, juga memiliki tugas yang sejajar dengan pendidikan  formal.  Saat  ini,  Pendidikan nonformal dalam hal ini pendidikan kesetaraan tidak lagi sebagai penambah, pengganti, dan pelengkap pendidikan formal, tapi Pendidikan Kesetaraan merupakan pendidikan alternatif atau  pilihan  bagi  peserta  didik.  Peserta  didik  pendidikan  kesetaraan  tidak hanya  dari  masyarakat yang  putus  sekolah  dan  putus  lanjut di  jenjang pendidikan. Banyak peserta didik memilih pendidikan kesetaraan karena lebih fleksibel.

Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan mengunakan modul sebagai delivery system pembelajaran.  Pembelajaran  modul  ini  bisa  dilakukan  secara  luring, daring,  dan kombinasi  antara  keduanya.  Pembelajaran  modul  secara  luring  atau  konvensional dilakukan secara tatap muka, tutorial, dan mandiri. KBM membutuhkan kehadiran tutor dan peserta didik di suatu tempat untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar sesuai waktu yang telah ditentukan. Kelebihan pembelajaran secara luring, peserta didik dapat fokus belajar dan mendapatkan tutorial langsung  dari  para  tutor  dan  penilaian hasil pembelajaran objektif. Kelemahannya adalah bagi peserta didik yang  sudah  bekerja, mereka kesulitan untuk hadir pada jam KBM  dan penilaian hasil pembelajaran yang sudah ditetapkan. Sedangkan pembelajaran modul secara daring lebih fleksibel.

Kelebihan pembelajaran secara daring KBM bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, media   bervariasi, informasi   terkini,   kemudahan   navigasi,   interaksi   fleksibel, komunikasi nyaman,  hemat, ekonomis,  dan  efisien. Kelemahannya adalah  terkadang peserta didik kurang  fokus dan  kurang  memahami materi dalam modul. Dan  ketika proses  penilaian  pembelajaran bisa  terjadi praktik perjokian. Berdasarkan  pada  hal tersebut  maka  dikembangkan  program  pembelajaran  yang sistematis, praktis dan mampu mengakomodasi serta menyiapkan berbagai kebutuhan orang dewasa dengan dunia kerja melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) melalui pembelajaran dalam jaringan (daring).

Penyelenggaraan Program Pembelajaran Jarak  Jauh  (PJJ)  melalui pembelajaran dalam jaringan Pendidikan Kesetaraan (setara daring) diselenggarakan dengan menggunakan model Blended  Learning (Pembelajaran Campuran) yang memadukan pembelajaran daring dan pembelajaran  secara tatap muka berbasis konvensional secara harmonis, yang dimana hal ini untuk  mengantisipasi proses pembelajaran jarak jauh pada program setara daring tetap dapat  mencakup penilaian kompetensi berupa aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Program pendidikan kesetaraan dalam jaringan ini dirancang untuk menyesuaikan minat peserta  didik dengan program pembelajaran yang diikutinya. Penyesuaian ini secara tidak langsung  dapat mengikis rasa malas peserta didik, menyesuaikan jam belajar dengan cara   mengembangkan media pembelajaran daring yang dapat menyesuaikan jam  belajar peserta didik  dengan tutor, jadwal yang fleksibel dengan kesibukan peserta didik dan mengefisiensikan sarana prasarana yang dimiliki satuan pendidikan. 

Pendidikan Kesetaraan dalam jaringan dengan dilengkapi kemahiran terstruktur dan dibuktikan   dengan sertifikat uji kompetensi yang pengelolaan pembelajarannya melalui jaringan internet. Penyelenggaraan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) melalui pembelajaran dalam jaringan Pendidikan Kesetaraan (setara daring) dikembangkan melalui fungsi manajemen, yaitu  perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran pendidikan kesetaraan. Sehingga diharapkan dapat mempermudah bagi penyelenggara pendidikan kesetaraan dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran.