PMPK, Jakarta - Bagian  tak terpisahkan  dari  pendidikan  keaksaraan  adalah  pengembangan budaya bahasa atau pengembangan literasi masyarakat yang dimaksudkan untuk memelihara  dan  mengembangkan  keberaksaraan  masyarakat sesuai  dengan tuntutan  literasi abad  21. 

Program  Pengembangan  Budaya Baca  Masyarakat pada umumnya dilaksanakan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berdiri sebagai lembaga TBM  mandiri dan  ada  juga  TBM  sebagai layanan di  satuan PNF  (SKB  dan  PKBM). 

Pengembangan budaya baca yang didanai melalui APBN meliputi: (1) Rintisan pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), (2) Penguatan TBM, (3) Gebyar Gerakan Indonesia Membaca (GIM), (4) Pengembangan TBM berbasis TIK, (5) Penguatan TBM di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan (6) Pengembangan Kampung Literasi.

Tahapan pengembangan budaya baca melalui TBM tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Rintisan TBM dimaksudkan untuk mendorong masyarakat dalam menyediakan akses pengembangan budaya baca di lingkungannya melalui pendirian TBM baru (TBM rintisan)

b. Penguatan TBM dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan tata kelola layanan TBM  sehingga akses layanan pengembangan budaya baca dapat diperluas

c. Pengembangan TBM berbasis TIK adalah penguatan media pembelajaran di TBM dengan  menambahkan peralatan TIK untuk peningkatan layanan keberaksaraan berbasis jaringan (non-buku)

d. Penguatan TBM di SKB adalah upaya peningkatan kemampuan pengelolaan dan layanan TBM yang dilakukan oleh  SKB sebagai SPNF negeri (milik pemerintah) agar bisa berkembang menjadi layanan TBM rujukan

e. Gebyar GIM adalah gerakan sosialisasi dan koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah  Kabupaten/Kota dalam mencanangkan daerahnya menjadi Kabupaten/Kota Literasi

f. Program Kampung Literasi adalah upaya membangun kawasan atau komunitas yang memiliki manajemen, fasilitas, dan SDM yang siap untuk membangun budaya baca dan literasi masyarakat, dengan harapan akan tercipta masyarakat “Literat” (pembelajar) yang berdaya dan  dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi.