PMPK – SLBN 1 Bantul Yogyakarta menjadi salah satu sekolah luar biasa yang berhasil untuk mengembangkan bakat serta minat peserta didiknya.

Menurut Kepala Sekolah Sarwiasih, SLBN 1 Bantul ini menerapkan metode serta program-program pendukung untuk mencetak peserta didik berkebutuhan khusus yang dapat berprestasi tidak hanya di kancah nasional tetapi juga internasional.

Dengan jumlah peserta didik sebanyak 304 siswa yang terdiri dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis, penelusuran bakat dan minat yang dilakukan sudah dilakukan sejak peserta didik berada di bangku Sekolah Dasar sehingga nantinya rekam jejak peserta didik yang dimiliki oleh sekolah dapat digunakan menentukan keterampilan apa yang akan diarahkan ke peserta didik di jenjang berikutnya.

“Sekolah juga menerapkan berbagai metode serta program pengembangan bakat, minat siswa. Mengenai metode atau program yang dilakukan, kami melakukan penelusuran bakat dan minat anak sejak berada di bangku Sekolah Dasar, jadi setiap guru nantinya mempunyai catatan tentang bakat, minat anak. Kemudian memasuki jenjang berikutnya yaitu SMPLB sudah kita arahkan ke keterampilan yang menjadi bakat minatnya siswa. Di SMALB, siswa memilih satu keterampilan kemudian dalam perjalanannya, ketika guru-guru menemukan ada kesulitan, kita mencoba untuk bekerja sama dengan lembaga lain, misal di bidang kecantikan itu dengan AKS-AKK Yogyakarta, kita juga coba konsultasi dengan SMK 6 Yogyakarta kaitannya dengan pengembangan dan lain sebagainya,” ungkap Sarwiasih.

“Lalu, ketika ada lomba-lomba, kita adakan training centre di sekolah. Kemudian guru ikut mengajari dengan dibantu oleh beberapa instruktur dari luar yang datang,” tambahnya.

Hal ini semakin ditunjang oleh antusiasme siswa yang sangat besar. Dengan banyaknya keterampilan yang bisa diberikan seperti tata boga, seni lukis, pertanian, perkayuan, tata rias, menjahit hingga teknik informatika.

Sarwiasih mengungkapkan bahwa para siswa ini memperlihatkan antusias yang sangat luar biasa. Ditambahkannya bahwa ada beberapa keterampilan yang menjadi favorit siswa.

“Kebetulan kita mempunyai beberapa keterampilan yang bisa diberikan kepada siswa. Mereka sangat berminat sekali. Antusiasme ditunjukkan oleh mereka dan yang paling banyak diminati itu boga, seni lukis, pertanian, perkayuan, untuk anak tunarungu ada di Teknik informatika (TI), kecantikan, dan menjahit. Mereka yang suka menggambar kita kembangkan ke melukis, begitu juga kecantikan misalnya, tidak hanya mengarah ke sana tetapi juga ke fashion show. Sehingga nantinya mereka tidak hanya bisa merias tetap juga bisa menjadi model atau peragawati dan menampilkan karya-karya mereka sendiri dalam sebuah pagelaran fashion show,” ungkap Sarwiasih.