PMPK- Sejumlah daerah di Indonesia mengalami bencana alam. Pada awal tahun 2021 rentenan bencana alam terjadi, diantaranya gempa berkekuatan besar yang mengguncang Provinsi Sulawesi Barat di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Poliwali Mandar, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju. 

Berdasarkan hasil kajian cepat dampak gempa per 18 Januari 2021, terdapat 103 satuan pendidikan baik yang berada di pengelolaan daerah maupun Kementerian Agama, rusak akibat gempa. Sebanyak 39 sekolah diantaranya mengalami rusak berat, 19 mengalami rusak sedang dan 45 sekolah mengalami rusak ringan. 

Seperti dilansir Buku Pendidikan Tangguh Bencana (Kemendikbud, 2019), sejumlah satuan pendidikan dasar dan menengah berada di wilayah risiko bencana sedang dan tinggi.  

52.902 sekolah (24,05%) berada di wilayah rawan gempa, 2.417 sekolah (1,10%) berada di wilayah rawan tsunami, 1.685 sekolah (0,77%) berada di wilayah rawan letusan gunung api, 54.080 sekolah (24,59%) berada di wilayah rawan banjir, 15.597 sekolah (7,09%) berada di wilayah rawan longsor.

“Sebagai negara di tempat rawan bencana alam, ring of fire, kita harus siap merespons dan tanggung jawab menghadapi segala bencana alam. Saya minta edukasi lebih baik, konsisten dan lebih dini bisa masuk ke dalam muatan sistem pendidikan kita,” ujar Presiden Joko Widodo. 

Kemendikbud bersama sejumlah stakeholder lainnya ikut mengambil peran terkait situasi bencana alam. Kemendikbud diantaranya berperan aktif dalam mitigasi risiko bencana melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Diantara tujuan SPAB tersebut adalah: 

1. Meningkatkan kemampuan sumber daya di satuan pendidikan dalam menanggulangi dan mengurangi risiko bencana;

2. Melindungi investasi pada satuan pendidikan agar aman terhadap bencana;

3. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana satuan pendidikan agar aman terhadap bencana;

4. Memberikan perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari dampak bencana di satuan pendidikan;

5. Memastikan keberlangsungan layanan pendidikan pada satuan pendidikan yang terdampak bencana;

6. Memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik risiko bencana dan kebutuhan satuan pendidikan;

7. Memulihkan dampak bencana di satuan pendidikan; dan

8. Membangun kemandirian satuan pendidikan dalam menjalankan program SPAB.

Dan  Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini memiliki tiga pilar utama, yaitu Fasilitas Sekolah Aman, Manajemen Bencana di Sekolah dan Pendidikan Pencegahan dan pengurangan Resiko Bencana.