PMPK - Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia terus dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud). Melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) merupakan salah satu ikhtiar nyata yang sudah berjalan dari tahun 2013.

Koordinator Fungsi Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Rika Rismayato mengatakan, Program ADEM untuk anak-anak Papua dan Papua Barat yang sudah berjalan sejak tahun 2013 telah  memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebab, anak-anak yang sejatinya kesulitan untuk mendapatkan sarana dan kemampuan belajar seperti anak-anak di pulau Jawa dan Bali melalui program ini mereka bisa mendapatakan kesempatan yang berharga ini.

“Program ADEM untuk anak Papua dan Papua Barat mulai sejak tahun 2013. ADEM untuk wilayah 3T mulai sejak tahun 2014. Sedangkan ADEM repatriasi mulai sejak tahun 2016,” jelasnya.

Pada  program  ini pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp104,4 miliar. Dari anggaran tersebut anak-anak mendapatkan fasilitas pendidikan, biaya hidup dan kesehatan. “Fasilitas yang diterima dari anggaran tersebut mereka mendapatkan uang untuk pendidikan, uang saku, biaya hidup, kesehatan,  dan mereka juga dapat program wawasan kebangsaan dan bela negara,” jelasnya menambahkan.

Lebih lanjut Rika menjelaskan, pada program tersebut peserta juga mendapatkan tes minat bakat siswa.  Tes ini diberitakan untuk memetakan jurusan yang mereka minati. Sehingga mereka tidak merasa salah saat mereka memilih jurusan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi nanti. “Sehingga mereka bisa belajar dengan fokus. Saat lulus SMA mereka bisa memilih perguruan tinggi yang mendekati dengan apa yang dihasilkan pada tes minat bakat itu,” paparnya.

Menurutnya Program ADEM sangat  efektif,  sehingga kita bisa memberikan layanan bermutu kepada anak-anak yang di Papua dan daerah pinggiran. "Kita juga memberikan akses sehingga mereka bisa mengembangkan minat bakatnya baik di bidang olahraga, dan akademik,” katanya menambahkan. 

Rika mencontohkan, ada peserta Program ADEM dari Papua yang belajar di Provinsi Banten, dia mampu membuktikan berprestasi dalam bidang olahraga, bahkan dia menjadi perwakilan dari Provinsi Banten mengikuti kejuaraan pencak silat, dan meraih juara.

“Sehingga sangat efektif bisa memberikan layanan yang bermutu kepada mereka. Dan ini juga diakui oleh orang tua siswa. Setelah mereka belajar melalui program ADEM mereka memiliki tata krama  yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan selama mengikuti program ini seluruh peserta ditempatkan di sekolah-sekolah unggulan dan memiliki akreditasi yang bagus. Dan selama mengikuti program ini mereka juga mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari para guru dan pihak sekolah.

Sehingga selama belajar di sekolah tersebut mereka merasa nyaman dalam belajar. Dari proses yang belajar yang nyaman dan komitmen sekolah yang tinggi untuk memberikan pendidikan kepada mereka, hasilnya siswa peserta ADEM bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan bisa masuk ke perguruan tinggi atau universitas favourite di Pulau Jawa.

“Dari program ini kita baru meluluskan siswa pada tahun 2016 sebanyak 1673 siswa. Dan sebanyak 71,43 persen atau sebanyak 1.195 siswa masuk program ADIK. Mereka tersebar di Institute, politeknik, universitas, sekolah tinggi,” jelasnya.

Rika menjelaskan ada sekitar 40 peserta ADEM masuk di institute terbesar di Indonesia seperti  IPB, ITB dan ITS. Dan sebanyak  20 orang masuk UGM dan 6 orang masuk ke UI. Dan sebanyak 12 orang lulus kedokteran serta 16 orang  masuk ke jurusan  teknik pertambangan dan  perminyakan.  

Rika menjelaskan ada juga siswa ADEM yang tidak lulus masuk ke perguruan tinggi, sukses menempuh karir sebagai pilot. “Ada yang melaporkan sukses menjadi pilot. Siswa itu tidak lolos Program ADIK tapi dia ambil kuliah penerbangan di Cirebon. Dan sekarang sudah bekerja,” ujarnya.

Maka itu, dia berharap agar program ini terus dijalankan oleh pemerintah. Sebab program ini sangat membantu dalam peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak yang berada di daerah pinggiran. Melalui program ini mereka akan mendapatkan kesempatan yang sama belajar di sekolah-sekolah yang memiliki kualitas unggul di Jawa dan Bali.

“Saya berharap anak-anak lulusan ADEM bisa terus sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Dan dengan bekal yang sudah mereka dapatkan sebagai modal untuk membangun daerah mereka masing-masing,” harapnya.