PMPK, Jakarta – Penyelenggaraan pendidikan perlu dilihat secara komprehensif melalui jalur, jenis, dan jenjang pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya pada satuan pendidikan khusus (SLB) secara segregasi tetapi juga diselenggarakan melalui program pendidikan inklusif. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak dengan kondisi intelektual  tidak bermasalah (tidak mengalami hambatan intelektual).

Pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus pada sekolah inklusif perlu mendapat perhatian serius sehingga mereka mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai dan sesuai dengan kondisi karakteristiknya. Beberapa masalah terkait penyelenggaraan   pendidikan pada sekolah inklusif adalah ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan  kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas (PDPD), kurikulum (kompetensi) yang harus  disesuaikan dengan keberagaman kekhususan PDPD, pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu memberikan pelayanan dasar terkait identifikasi dan asesmen, pemberian program  layanan khusus. 

Khusus bagi guru, penyelenggaraan pendidikan pada sekolah inklusif sangat diperlukan ketercukupan dari sisi jumlah guru, kemampuan merancang pembelajaran yang mengakomodasi  kebutuhan pembelajaran, dan kemampuan merancang program kekhususan serta guru yang  memiliki kesiapan mental dalam mendampingi PDBK (guru pembimbing khusus atau guru pendamping khusus).