PMPK – Kebijakan Merdeka Belajar yang diusung  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menginjak episode ke-19. Mengangkat tema “Rapor Pendidikan Indonesia”, Rapor Pendidikan bukan hanya untuk memantau dan memetakan kualitas pendidikan secara menyeluruh tapi juga memantik refleksi kepala satuan pendidikan dan pemerintah daerah (pemda) untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo menampaikan bahwa Rapor Pendidikan merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong lintas unit utama di Kemendikbudristek.

“Jadi, Rapor Pendidikan ini adalah hasil karya bersama dari berbagai pihak. Pagi ini saya gembira melaporkan bahwa Rapor Pendidikan sudah siap digunakan,” tegasnya dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-19, Jumat (1/4/2022).

“Mulai dari BSKAP yang menyusun konsep dan kebijakan Rapor Pendidikan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi yang berkontribusi untuk indikator khas SMK, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang berkontribusi untuk indikator-indikator terkait guru dan tenaga kependidikan, Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) yang mengawal pemanfaatan Rapor Pendidikan oleh pemda di seluruh Indonesia, sampai Pusat Data dan Informasi Pendidikan (Pusdatin) Kemendikbudristek,” sebut Anindito.

Di luar Kemendikbudristek, kerja sama juga dilakukan dengan Badan Akreditasi Nasional dalam merancang kerangka dan indikator-indikator Rapor Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) untuk melaksanakan AN di madrasah dan nantinya memberi akses kepada Rapor Pendidikan, serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelaraskan indikator Standar Pelayanan Minimum di bidang pendidikan dengan Rapor Pendidikan.

Berbagai komentar positif terkait Rapor Pendidikan ini datang dari berbagai pemangku kebijakan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi. “Kami sangat berterima kasih. Ini luar biasa, karena Rapor Pendidikan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk mengetahui kemampuan literasi, numerasi, maupun dalam proses perencanaan dan penganggaran,” ucapnya.

“Esensi Rapor Pendidikan ini untuk memudahkan sekolah memetakan kondisi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Proses mempelajari Rapor Pendidikan inilah yang akan menyadarkan sekolah dan guru-guru dalam menentukan arah peningkatan pembelajaran,” pungkas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengakhiri diskusinya.