PMPK - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada terganggunya layanan pendidikan, termasuk layanan pada satuan pendidikan khusus. Penutupan layanan pendidikan khusus terjadi pertengahan Maret 2020 dan diberlakukan  kebijakan Belajar dari Rumah yang mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 4 tahun 2020 tentang Kebijakan Pendidikan Selama Masa Darurat Covid-19 dan diperjelas dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan  Kebijakan Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi Covid-19.

Selanjutnya Mendikbud bersama dengan 3 Menteri lain, yaitu Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan Keputusan Bersama 4 Menteri yang mengatur pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021.  Dalam  keputusan  bersama  tersebut  ditetapkan  bahwa satuan pendidikan di zona hijau dan kuning dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dengan beberapa persyaratan terkait dengan protokol kesehatan.

Pelaksanaan  pembelajaran  bagi peserta  didik penyandang  disabilitas,  baik yang Belajar dari Rumah maupun pembelajaran tatap muka di Satuan Pendidikan, memerlukan panduan yang lebih teknis, berkaitan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang spesifik. Sehubungan hal tersebut, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus bekerjasama dengan mitra pendidikan   khusus  termasuk   sekolah  luar  biasa,  Helen  Keller   International Indonesia, Mitra Netra, satuan pendidikan penyelenggara  pendidikan inklusif, dan YAKKUM (Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum) Emergency  Unit, menyusun panduan  pembelajaran  bagi  peserta  didik  penyandang  disabilitas  pada  masa Pandemi COVID-19.

Panduan pembelajaran bagi peserta didik penyandang disabilitas merupakan acuan bagi satuan pendidikan khusus dan SPPI. Penyusunan panduan ini dimaksudkan agar sekolah mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran bagi penyandang disabilitas selama Pandemi COVID-9. Adapun pelaksanaan pembelajaran di masa darurat COVID-19 bagi peserta didik penyandang disabilitas dapat dilakukan dari rumah yang disebut dengan Belajar Dari Rumah (BDR) maupun yang dilakukan secara tatap muka di satuan pendidikan.  Kedua jenis kegiatan pembelajaran tersebut bertujuan untuk:

1. Memastikan peserta didik penyandang disabilitas tetap memperoleh layanan pendidikan dan dukungan psikososial selama pandemi COVID-19;

2. Mencegah dan melindungi penyandang disabilitas agar tidak terpapar virus COVID-19.