PMPK, Jakarta – Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional, penyelenggaraan pendididikan dilakukan melalui jalur formal, nonformal, dan informal yang  dilayani melalui satuan pendidikan pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan    dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar mencakup sekolah dasar,  sekolah menengah pertama dan yang sederajat, sedangkan pendidikan menengah mencakup    sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sederajat.

Pendidikan khusus merupakan salah satu komponen pendidikan yang diselenggarakan melalui jalur formal untuk melayani warga negara penyandang disabilitas. Selain itu dalam Sistem  Pendidikan Nasional juga disebutkan bahwa pendidikan khusus diselenggarakan untuk   melayani warga negara yang potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Pendidikan khusus bagi peserta didik penyandang disabilitas diselenggarakan oleh satuan   pendidikan khusus atau sekolah luar biasa yang meliputi sekolah dasar luar biasa, sekolah   menengah pertama luar biasa, dan sekolah menengah atas luar biasa. Penyelenggaraan sekolah   luar biasa secara umum melayani peserta didik penyandang disabilitas pada jenjang pendidikan  dasar dan menengah, walaupun masih ada yang hanya melayani satu jenjang saja. Namun  demikian ke depan diharapkan setiap satuan pendidikan khusus dapat melayani jenjang  pendidikan dasar dan menengah.

Pendidikan khusus bagi warga negara yang memiliki kecerdasan istimewa dan atau bakat istimewa secara khusus masih dalam proses pengembangan sistem dan kelembagaan.  Penyelenggaraan pendidikan khusus yang sudah mulai dirintis adalah layanan pendidikan untuk  peserta didik yang memiliki bakat istimewa di bidang olahraga melalui sekolah keberbakatan  olahraga. Sedangkan untuk layanan pendidikan bagi peserta didik berbakat istimewa di bidang-bidang lain belum tersedia.

Pendidikan nonformal merupakan salah satu jalur layanan pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan  kecakapan  hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan    keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan   untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas  lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan  majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal.