PMPK, Jakarta – Pendidikan keaksaraan dasar adalah layanan pendidikan pada warga masyarakat buta aksara latin agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri.

Pendidikan keaksaraan dasar bertujuan untuk:

a.  Memberikan layanan pendidikan keaksaraan dasar bagi penduduk buta aksara dengan prioritas usia 15-59 tahun agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri sesuai dengan standar kompetensi lulusan pendidikan keaksaraan dasar.

b.  Memperluas  akses  penyelenggaraan  pendidikan  keaksaraan  dasar  bagi  remaja  dan orang dewasa.

c.  Memberikan  peluang  kepada  lembaga/satuan  pendidikan  nonformal,  yayasan,  dan organisasi lainnya untuk menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan dasar.

Lembaga yang dapat menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan dasar antara lain:

a.  Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang telah menjadi Satuan Pendidikan, memiliki Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional (NPSN) dan diutamakan yang telah terakreditasi.

b.  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang memiliki NPSN dan diutamakan yang telah terakreditasi.

c.  Lembaga lain yang bekerja sama dengan satuan Pendidikan nonformal yang memiliki NPSN.

Peserta didik program pendidikan keaksaraan dasar adalah penduduk buta aksara, baik buta aksara murni maupun Drop Out Sekolah Dasar kelas 1, 2, dan 3 berusia 15 tahun ke atas dan diprioritaskan berusia 15-59 tahun serta belum pernah mengikuti program pendidikan keaksaraan dasar.

Pendidik dalam program pendidikan keaksaraan meliputi tutor dan/atau pamong belajar yaitu seseorang yang memberi pelajaran dan membimbing sejumlah peserta didik dalam suatu  kegiatan  pembelajaran.  Dalam  pendidikan  keaksaraan  yang  dimaksud  pelajaran adalah penumbuhan sikap, pengetahuan, dan keterampilan membaca, menulis, berhitung dalam bahasa Indonesia. Kriteria tutor pendidikan keaksaraan, antara lain:

a.  Kualifikasi pendidikan diutamakan minimal SMA/Sederajat;

b.  Memiliki  jiwa  kerelawanan  dan  integritas  untuk  melayani  warga  masyarakat  yang menjadi peserta didik pendidikan keaksaraan dasar;

c. Memahami kaidah-kaidah pembelajaran orang dewasa dalam pendidikan keaksaraan dasar;

d.  Diprioritaskan  pernah  mengikuti  kegiatan  peningkatan  kompetensi  yang  berkaitan dengan pendidikan keaksaraan (Diklat, Bimtek, Ortek, dan lain-lain); dan

e.  Diprioritaskan bertempat tinggal/berdekatan dengan lokasi penyelenggaraan pendidikan keaksaraan dasar.