PMPK, Jakarta – Pendidikan keaksaraan    dasar    (KD)    merupakan    program    penuntasan pemberantasan buta aksara dalam mewujudkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 6  Tahun  2005  Tentang  Gerakan  Nasional  Percepatan  Pemberantasan  Buta Aksara dan Wajib Belajar 9 Tahun. 

Untuk memudahkan pendataan dan distribusi BOP pendidikan Keaksaraan baik keaksaraan dasar maupun  keaksaraan lanjutan dikembangkan aplikasi SiBOP aksara. SiBOPaksara   merupakan   inovasi layanan pengusulan bantuan pendidikan keaksaraan yang bersifat efektif, efisien, dan  akuntabel. Sekaligus juga untuk memantau laporan perkembangan pelaksanaan program pendidikan keaksaraan  oleh  lembaga penyelenggara. Serta menyediakan panduan dan bahan ajar pendidikan keaksaraan yang dapat diunduh pada http://sibopaksara.kemdikbud.go.id.

Selain program pendidikan keaksaraan dasar juga dilaksanakan program layanan pendidikan  keaksaraan lanjutan (KL) bagi  mereka yang telah lulus pendidikan keaksaraan dasar (KD) dan memperoleh Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA).

Program Pendidikan Keaksaraan Lanjutan yang dimaksud meliputi  dua  variasi  layanan:  (1)  Pendidikan  Keaksaraan  Usaha  Mandiri (KUM); (2) Pendidikan Multi Keaksaraan.

KUM   merupakan  layanan   pembelajaran  untuk   peningkatan   kemampuan keberaksaraan dan pengenalan kegiatan usaha produktif bagi peserta didik yang memiliki kompetensi keaksaraan dasar. Melalui pembelajaran KUM tersebut peserta didik diharapkan lebih bersemangat untuk meningkatkan kemampuan membaca menulis dan berhitung dan memiliki bekal keterampilan  untuk berwirausaha.

Pendidikan multikeaksaraan merupakan pendidikan keaksaraan yang menekankan pada  peningkatan kompetensi keberaksaraan dalam segala aspek kehidupan melalui pembelajaran   berbasis tema.

Penekanan pembelajaran multi keaksaraan tersebut adalah pada peningkatan kemampuan komunikasi yang terkait dengan peningkatan  keterampilan  profesi, pekerjaan atau kemahiran yang diminati peserta didik. Dengan demikian pendidikan multikeaksaraan diarahkan pada  persiapan SDM untuk terjun ke masyarakat dan pasar kerja. Tema pembelajaran yang dapat  dipilih oleh peserta didik multi keaksaraan antara  lain adalah: Ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  (IPTEK), kesehatan dan olahraga, seni budaya, politik dan kebangsaan, serta pekerjaan atau profesi.