PMPK, Jakarta – Pendidikan  masyarakat dan  pendidikan  khusus  merupakan salah  satu  komponen  dalam sistem pendidikan nasional yang membantu peserta didik untuk mencapai perkembangan potensinya secara maksimal dan menjamin pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat.

Pendidikan  masyarakat  yang  dimaksud  adalah  pendidikan  keaksaraan  yang  diarahkan untuk  program  penuntasan  buta  aksara  dan  pengembangan  literasi  masyarakat dan pendidikan kesetaraan untuk  melayani anak  usia sekolah tidak sekolah (ATS)  dan  orang dewasa untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, responsif gender dan  berwawasan  pendidikan pembangunan berkelanjutan.

Sedangkan pendidikan khusus  melayani  anak-anak yang  memiliki  tingkat  kesulitan  dalam  mengikuti  proses pembelajaran  karena  hambatan  fisik, sensorik, intelektual,  mental,  sosial,  dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Direktorat  Pendidikan  Masyarakat  dan  Pendidikan  Khusus  (PMPK)  merupakan  unit  kerja di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan  Menengah.

“Ini merupakan direktorat yang menangani anak-anak yang termarginalkan, yang memerlukan penanganan secara khusus, baik di pendidikan masyarakat, maupun di pendidikan khusus,” kata Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Samto pada siniar (podcast) bertema “Mengenal Fungsi dan Peran PMPK”. Siniar lengkapnya dapat disimak di akun YouTube Ditjen PAUD Dikdasmen.

Fungsi Direktorat PMPK menurut Samto yaitu membuat, merumuskan kebijakan, kemudian menyusun norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) untuk pendidikan khusus, kemudian memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan masyarakat, pendidikan khusus, juga melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan di bidang peserta didik, tata kelola kemudian sarana prasarana, termasuk juga penilaian dan pembelajaran di bidang pendidikan masyarakat dalam bidang khusus.

“Jadi pendidikan masyarakat ini ada keaksaraan, ada kesetaraan, ada pemberdayaan perempuan,” terang Direktur PMPK.

“Sementara di pendidikan khusus, itu ada pendidikan yang di sekolah luar biasa, pendidikan inklusi, termasuk layanan khusus. Layanan khusus kita ada program afirmasi pendidikan menengah (ADEM) untuk Papua, Papua Barat, repatriasi, dan daerah 3T,” lanjut Samto.

Lingkup fungsi direktorat PMPK cukup luas, dikarenakan meliputi empat jenjang dan dua jalur.

“Karena ini sebetulnya kan ada di 4 jenjang ya, TK, SD, SMP, SMA. Dan di dua jalur, formal dan non formal. Jadi TKLB sampai SMALB. Kemudian dari pendidikan keaksaraan, paket A, paket B, paket C. Jadi kita itu ada di empat jenjang dan dua jalur,” jelas Direktorat PMPK Samto.