PMPK – SLBN 1 Bantul Yogyakarta menjadi salah satu sekolah luar biasa yang berhasil untuk mengembangkan bakat serta minat peserta didiknya.

Pengembangan bakat yang dilakukan oleh SLBN 1 Bantul ini difokuskan kepada Tim Pengembang Bakat. Tim ini terdiri dari berbagai macam guru keterampilan seperti seni tari, seni lukis, tata rias, hingga tata busana.

Untuk menciptakan tim yang solid seperti sekarang ini, Kepala SLBN 1 Bantul Sarwiasih tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan kepada rekan guru bahwa anak berkebutuhan khusus ini adalah anak yang memiliki bakat istimewa dan bakat itu harus dikembangkan untuk keberlangsungan hidup siswa ke depannya.

“Kami ada tim pengembang bakat yang terdiri dari guru-guru kesenian dan keterampilan. Dari semua guru ini, kita satukan, dan selalu diarahkan untuk menggarap anak-anak kita yang memiliki bakat-bakat istimewa ini dan itu harus dicari sejak usia dini. Ini harus dikembangkan bersama dan sudah menjadi tugas kita semua. Bagaimana potensi-potensi yang ada itu dikembangkan,” ucapnya.

“Tidak semua anak memiliki potensi tersebut, mereka yang tidak memiliki itu tetap kita kembangkan keterampilannya untuk bekal hidup mereka dengan keterampilan-keterampilan tersebut. Yang berbakat kita kembangkan lagi untuk mengikuti kompetisi-kompetisi dan juga tentunya persiapan hidupnya,” tambah Kepala Sekolah yang juga mantan pemain sepak bola klub Putri Mataram ini.

Tingkatan ekonomi pun menjadi salah satu pertimbangan SLBN 1 Bantul ini untuk melakukan pengembangan bakat, minat siswa. Setidaknya, ketika para siswa sudah lulus, mereka mempunyai bekal hidup untuk mereka di masa depan.

“Siswa di sini kebanyakan dari ekonomi bawah. Jadi kita berusaha untuk bagaimana mereka nantinya, ketika lulus, bisa hidup mandiri dengan keterampilan yang dibekali di sini. Seperti sebelumnya, mereka yang memang tidak bisa berkembang dari sisi keterampilan, mereka mampu merawat dirinya sendiri. Itu yang kita kembangkan,” tukas Sarwiasih.

Kerja sama dengan pihak luar yaitu dunia usaha dan dunia industri (DUDI) setidaknya memberikan angin segar bagi pengembangan bakat, minat yang telah dilakukan. Sarwiasih menjelaskan bahwa beberapa DUDI merekrut siswa lulusan dari SLBN 1 Bantul ini.

“Pihak kita untuk saat ini memang belum bisa menyalurkan tetapi bagaimana kita mencoba untuk bekerja sama dengan DUDI. Ada beberapa DUDI yang sudah merekrut siswa dari sini. Misalnya dari menjahit, justru DUDI tersebut mereka menerima berapa pun lulusan siswa dengan keterampilan menjahit,” ungkapnya.

Para pengusaha pun melihat keterampilan yang dimiliki oleh siswa SLBN 1 Bantul ini dapat menjadi pintu gerbang bagi masa depan mereka. Salah satu pengusaha pun menawarkan untuk mengajarkan siswa dengan keterampilan perkayuan untuk difokuskan dalam membuat suvenir dan kemudian dipasarkan. Ini menjadi terobosan besar bagi SLBN 1 Bantul.

“Kemarin ada tawaran dari salah satu pengusaha. Pak Susilo namanya. Ia menawarkan bagaimana kalau anak-anak ini diajarkan perkayuan dengan membuat suvenir-suvenir seperti sendok, centong, dan lain-lain. Pembelajarannya nanti dilakukan bersama dengan guru langsung kepada anak. Ini diharapkan dapat dipasarkan langsung,” ungkap Kepala Sekolah yang sebelumnya mengepalai SLBN Pembina Yogyakarta ini.