PMPK, Jakarta – Mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, setiap penyandang disabilitas berhak memperoleh  pendidikan  yang  bermutu  yang  dapat  dilakukan melalui  pendidikan  khusus  maupun  pendidikan  inklusif. 

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 32 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki  tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Berdasarkan defisini tersebut  dapat dirumuskan bahwa pendidikan khusus tidak terbatas pada anak disabilitas tapi juga pada  anak-anak tanpa disabilitas yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Kebijakan Merdeka Belajar merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden tentang upaya   peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kebijakan ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada satuan pendidikan untuk merancang penyelenggaraan pendidikan yang memungkinkan guru (tenaga pendidik) merancang pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan sehingga peserta didik bisa menikmati suasana belajar yang nyaman dalam mengembangkan potensinya sesuai prinsip-prinsip merdeka belajar. Penajaman kemampuan peserta didik sesuai dengan kemampuan potensial pada peserta didik dilakukan berdasar hasil asesmen kompetensi.

Pelaksanaan kurikulum tidak terlepas dari aspek pembelajaran dan penilaian yang seyogianya diterapkan dengan terencana, terstruktur, terpola dan terlaksana dengan baik dan dapat diukur  serta memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi perkembangan peserta didik atas apa yang telah diupayakan selama ini oleh satuan pendidikan.

Masing-masing individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga proses belajar yang diterapkan padanya harus disesuaikan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.  Pendidikan yang berkualitas pada prinsipnya merupakan pendidikan yang dapat membentuk individu yang berkarakter, mandiri,  berakhlak  mulia  dan  berkompeten  serta  mengoptimalkan  potensi dan kemampuan yang dimiliki tersebut sehingga menjadi manfaat baik untuk diri sendiri dan atau oleh lain. Dengan melihat karakteristik dan keberagaman yang ada, maka pendidikan  tidak  hanya  sebatas  pendidikan  akademik  tapi  juga  pendidikan  non akademik, termasuk juga pendidikan keterampilan dan pendidikan untuk program kekhususan.