Pontianak, Kemendikbudristek– Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat dalam rangka pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 24 - 27 Juli 2022.

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur PMPK, Aswin Wihdiyanto bersama dengan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat Iwan Kurniawan melaksanakan audiensi dengan Wali Kota, H. Edi Rusdi Kamtono beserta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak. Audiensi dengan pimpinan daerah merupakan salah satu agenda dari kunjungan kerja pimpinan Kemendikbudristek.

“Tujuan kunjungan kerja pimpinan Kemendikbudristek yaitu untuk memperkuat sinergi dan dukungan pemerintah daerah kepada sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara mandiri; meluruskan miskonsepsi masyarakat terutama pemangku kepentingan terkait Kurikulum Merdeka; mengajak guru dan kepala sekolah untuk memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar dan Komunitas Belajar untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka; melihat kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka jalur mandiri; serta memotret praktik baik atau tantangan penerapan praktik baik persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka” ujar Aswin di Pontianak (25/7).

Aswin Wihdiyanto juga menyampaikan, “Berdasarkan data pada bulan Juli 2022, di Kota Pontianak terdapat 216 sekolah yang mendaftar untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka”, tuturnya. 

H. Edi Rusdi Kamtono menyampaikan dukungannya terkait Implementasi Kurikulum Merdeka. “Saya siap mendukung sekolah-sekolah yang melaksanakan Kurikulum Merdeka secara mandiri, demi pembelajaran berpihak kepada murid-murid kita”, ujar Edi. 

Edi juga memberikan semangat untuk terus berproses, berdaya dan berkembang untuk mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.

Setelah sesi audiensi usai, keesokan harinya kegiatan kunjungan kerja dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa sekolah yang ada di Kota Khatulistiwa, Kota Pontianak. Tim Direktorat PMPK bersama dengan tim BPMP Provinsi Kalimantan Barat didampingi perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mengunjungi 2 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka jalur Mandiri Berbagi dan 3 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka jalur Mandiri Berubah. Sekolah tersebut yaitu TK Bina Mulia, SD Bina Mulia, SLB C Dharma Asih, SLB B Dharma Asih dan SMAN 7 Kota Pontianak. (26/7).

Sekolah pertama yang dikunjungi oleh rombongan Kemendikbudristek yaitu TK Bina Mulia dan SD Bina Mulia Kota Pontianak. Kunjungan ke TK dan SD Bina Mulia Kota Pontianak mendapatkan respon positif baik dari kepala sekolah, guru maupun peserta didik. Andy Triadi Wijaya Christian selaku Wakil Kepala TK Bina Mulia menyampaikan pendapatnya terkait Implementasi Kurikulum Merdeka. “Implementasi Kurikum Merdeka memberikan sebuah paradigma baru bagi kita para guru, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan dimana kita disini dituntut untuk belajar kembali apa itu artinya belajar. Arti sebuah belajar yang merdeka, bebas dan menyenangkan sehingga dapat memberikan hasil terbaik kepada anak didik kita. Kita akan memberikan harapan baru untuk memajukan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik”, ujar Andy. 

“Kurikulum merdeka mengajarkan kepada kita samua arti merdeka yang sesungguhnya baik itu untuk peserta didik, pendidik maupun semua pihak yang terlibat di dalamnya. Dimana, paradigma baru yang sederhana dan relevan ini membuat guru-guru diberikan keleluasaan untuk menerapkan kurikulum ini, sehingga anak-anak diajarkan bagaimana pentingnya bermain sambil belajar khususnya di bidang PAUD ini. Semoga di masa emas anak-anak dapat bertumbuh, berkembang sesuai dengan harapan, sesuai dengan apa yang ingin kita capai dalam Kurikulum Merdeka ini”, tutur Nury Verdian, Kepala TK Bina Mulia Kota Pontianak.

Fransisca Arum Mawar, guru kelas IV SD Bina Mulia Kota Pontianak juga mengungkapkan pendapatnya, “Kurikulum Merdeka merupakan suatu hal yang baru dan menarik karena disini ada upaya perbaikan untuk pembelajaran. Dengan adanya kurikulum merdeka saya berharap anak-anak lebih bersemangat untuk belajar di sekolah”, ujar Fransisca.

Susanti selaku Kepala SD Budi Mulia Kota Pontianak menambahkan, “Dengan Adanya penerapan Kurikulum Merdeka di tahun ajaran baru ini, besar harapan saya pendidikan di Indonesia semakin maju dengan adanya diferensiasi dalam pendidikan dan dapat memberikan layanan terbaik bagi peserta didik kami sesuai dengan semangat dari Kurikulum Merdeka ini,” jelas Susanti.

Tujuan selanjutnya dari agenda kunjungan ke sekolah yaitu SLB C Dharma Asih dan SLB B Dharma Asih Kota Pontianak. Salah satu guru SLB C Dharma Asih, Yessi Fanti menyampaikan bahwa dengan adanya Kurikulum Merdeka, guru belajar melalui berbagai sumber. “Harapan saya dengan adanya Kurikulum Merdeka kita bisa mendorong terwujudnya cita-cita merdeka belajar”, tutur Yessi.

Sekolah terakhir yang dikunjungi oleh tim Direktorat PMPK dan tim BPMP Provinsi Kalimantan Barat yaitu SMA Negeri 7 Kota Pontianak. Dalam kunjungan ke SMA Negeri 7 Kota Pontianak, Hatofik, Guru Kelas X, menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan suatu lompatan perubahan yang signifikan, dimana siswa sebagai subjek diberikan keleluasaan untuk belajar secara luas. “Yang menarik dari Kurikulum Merdeka adalah materi pelajaran hanya materi yang esensial yang diberikan kepada siswa”, ujar Hatofik.

  Pada setiap kunjungan serta audiensi di Kota Pontianak, Direktorat PMPK melalui Plt. Direktur PMPK, Aswin Wihdiyanto memberikan penguatan serta dorongan kepada satuan pendidikan untuk memanfaatkan platform Merdeka Mengajar dan Komunitas Belajar sebagai strategi dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.