PMPK - Kegiatan Kepramukaan memiliki manfaat yang besar bagi pelajar. Selain mencetak pribadi yang mandiri, melalui kegiatan tersebut juga akan mencetak pribadi yang memiliki karakter yang kuat.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional/Ketua Komisi Pembinaan Anggota Muda, Supriyadi di  Jakarta, Jumat (4/12/2020). 

Terbentuknya karakter yang kuat tersebut menurutnya kerena selama mengikuti kegiatan Kepramukaan pelajar dilatih lima kecerdasaan, yakni spiritual, emosional, intelektual, sosial, dan fisik. Kecerdasaan tersebut diimplementasikan dalam berbentuk giat yakni bina diri, bina satuan dan bina masyarakat.

Dia menjelaskan melalui  giat tersebut, kegiatan Pramuka bertujuan untuk mencetak generasi yang mampu bertanggung jawab bagi dirinya sendiri, dan disiapkan untuk menjadi pemimpin di masyarakat yang kelak akan mengisi pembangunan nasional.

Dia menjelaskan kegiatan Kepramukaan tidak hanya ditujukan kepada peserta didik di sekolah reguler, tapi pada sekolah luar biasa (SLB). Melalui kegiatan Pramuka, anak berkebutuhan khusus (ABK) dilatih dan digembleng menjadi pribadi yang mandiri dan mengembangkan bakat dan potensi mereka.

Maka itu kedepan  kegiatan Kepramukaan bagi siswa berkebutuhan khusus akan diberikan ruang yang cukup luas, sehingga mereka akan turut serta mewaliki Indonesia dalam kegiatan jambore dunia.

Dia mengatakan di masa pendemi Covid-19 kegiatan Kepramukaan tidak boleh berhenti. Maka itu dia mengapresiasi Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) menggelar Pertemuan Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus  (PNPDBK) Tahun 2020 melalui daring. Menurutnya kegiatan ini memiliki makna sangat penting. 

"Pada kondisi pandemi Covid-19 ini kegiaatan Kepramukaan tidak boleh berhenti, harus tetap dilakukan. Hal serupa ini juga dilakukan di negara-negara maju lainnya seperti di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat tetap melakukan kegiatan Kepramukaan melalui daring," ujarnya.

Supriadi melanjutkan, sebelum  pandemi Covid-19 melanda kegiatan Pramuka untuk  peserta didik berkebutuhan khusus biasanya menyelenggarakan kegiatan seperti Jambore Nasional. Tapi adanya pandemi ini kegiatan Kepramukaan secara langsung ditiadakan, dan diganti melalui daring.

Dan dia merasakan animo peserta didik dalam mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa dan  melalui kegiatan ini bisa menghilangkan rasa jenuh karena hampir 9 bulan mereka vakum karena harus belajar dari rumah. Melalui pertemuan nasional secara daring ini mereka bisa berekspresi melalui media sosial dan saya merasakan materi yang kita sajikan semuanya bisa diserap dengan baik.

"Bagi saya kegiatan Pramuka tidak boleh berhenti. Sehingga mencetak Pramuka terbaik yakni Pramuka Garuda tidak mengalami kendala karena dihadapkan pandemi Covid-19," ujarnya.

Dia mengatakan ujung dari kegiatan Kepramukaaan adalah  membentuk pribadi yang mandiri. Dan saya merasakan dengan mereka mengikuti kegiatan Kepramukaan mereka mampu berekspresi dan mengekspresikan dirinya  serta kemampuannya.