GTK , Jakarta – Profil guru Indonesia: Guru yang berdaya memiliki beberapa ciri yakni berjiwa Indonesia, bernalar, pembelajar, profesional, berhamba pada anak. Lantas apakah yang dimaksud dengan berjiwa Indonesia serta bernalar? Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril menjelaskan lebih lanjut.

“Berjiwa Indonesia ini maksudnya ya guru-guru Indonesia harus percaya dengan Republik, dengan mimpi Indonesia, dengan nilai-nilai Pancasila. Itu menurut saya hal yang sangat fundamental bagi kita sebagai bangsa. Jadi NKRI harga mati. Pancasila menjadi sebuah fondasi bagi kita untuk nilai-nilai bangsa di Indonesia,” kata Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril dalam wawancara telekonferensi, Rabu (3/6/2020).

Iwan Syahril memandang Pancasila telah melalui proses perumusan yang luar biasa dari para pendiri negeri ini. “Para pendiri republik kita adalah orang-orang yang luar biasa, levelnya sudah internasional semua itu, cara berpikir, dan reputasi mereka, dan argumen-argumen yang sekarang sering kita hadirkan, itu sebenarnya sudah dibahas dan malah pada level yang lebih kompleks lagi,” ujarnya.

“Menurut saya Pancasila ini dalam pergaulan internasional dengan negara-negara lain, itu luar biasa apresiasi bangsa lain karena mereka para pemimpinnya belum sampai ke sana, sementara kita sudah jauh. Karena kompleksitas keragaman Indonesia membutuhkan cara berpikir yang luar biasa kompleksnya,” sambung Iwan Syahril.

Ia melanjutkan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan ciri bernalar.

“Lalu bernalar, memang harus memiliki, ini syarat cognitive flexibility untuk abad 21 dimana informasi, konten sudah ada dimana-mana. Untuk memaknai informasi, memproduksi informasi, kita butuh kemampuan untuk bernalar kritis,” jelas Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.