PMPK-  Pegiat literasi jangan sekadar menyediakan layanan bacaan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau lembaga sejenis. Tapi, kehadirannya harus mampu membangun budaya baca masyarakat.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. Samto saat membuka kegiatan Magang Literasi 2020 yang diselenggarakan secara virtual, pada Selasa 13 Oktober 2020.

Samto mengatakan kehadiran TBM  memiliki tujuan sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan baca dan tulis masyarakat. Maka itu, dia berharap kegiatan di TBM mampu menciptakan situasi yang mendukung tujuan tersebut. Dan pada akhirnya masyarakat bisa memanfaatkan kemampuan baca dan tulis dalam kehidupan sehari-hari.

“Edukasi budaya baca kepada masyarakat tidak hanya sekadar menyediakan buku, tapi benar-benar membangun budaya baca atau kebiasaan membaca,” ujarnya.

Kedepan, lebih lanjut dia mengatakan tantangan akan semakin berat, karena perkembangan teknologi semakin canggih. Maka itu, Samto berharap enam literasi dasar yakni  baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewargaan sudah harus dilaksanakan oleh setiap TBM.

Menurutnya, bangsa dengan budaya literasi yang tinggi menunjukkan kompetensi berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global.

“Komunikasi menjadi sangat penting, sebab informasi terlalu banyak sehingga perlu ada kemampuan memilah. tidak semua informasi benar, kalaupun benar belum tentu baik, kalaupun benar dan baik belum tentu bermanfaat. Kalau tidak mampu berkolaborasi akan terkucilkan, akan ketinggalan informasi bahkan ketinggalan sumber daya yang bermanfaat,”ujar Samto.