PMPK - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud )  memutuskan untuk menunda pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) tahun 2021. Asesmen Nasional yang rencananya akan diselenggarakan mulai Maret 2021, diundur menjadi September s.d. Oktober 2021.

Alasan diundurnya jadwal pelaksanaan AN tersebut adalah untuk memastikan agar persiapan logistik, infrastruktur, dan protokol kesehatan lebih optimal. Selain itu, waktu yang masih tersisa bisa digunakan untuk menyosialisasikan dan berkoordinasi lebih masif dengan pemerintah daerah mengenai pelaksanaan AN.

Pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh DPP FTPKN, Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Samto mengatakan konsekuensi diundurnya pelaksanaan Asesmen Nasional di Pendidikan Kesetaraan adalah tidak bisa diikuti oleh  kelas akhir tahun ajaran 2020-2021.

"Asesmen Nasional untuk Pendidikan Kesetaraan diberikan kepada kelas akhir tidak seperti di pendidikan formal yang diberikan pada kelas tengah yaitu kelas 5,8, dan 11. Di Pendidikan Kesetaraan diberikan pada kelas 6, 9 dan 12," ujarnya. 

Lantas apa yang dilakukan di Pendidikan Kesetaraan?.  Samto menjelaskan tetap dilakukan dengan melakukan ujian tingkat satuan pendidikan. Dan ini akan diatur secara khusus melalui surat edaran Kemendikbud.

“Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) ini merupakan pilihan yang paling memungkinkan dan paling kecil resikonya bagi para peserta didik di Pendidikan Kesetaraan,” ujarnya.

Samto menjelaskan hasil AKM difungsikan sebagai penyetaraan bukan untuk menentukan lulus atau tidaknya,  tapi untuk memberikan skor kesetaraannya. “Analoginya seperti test Toefl tidak ada keputusan lulus atau tidaknya, tapi hanya untuk mengetahui skornya. Jadi seluruh peserta didik di Pendidikan Kesetaraan akan memperoleh skor AKM. Dan itulah menjadi nilai kesetaraannya,” ujarnya.

Dia mengatakan penentu kelulusan terletak pada Satuan Pendidikan, yaitu melalui ujian Pendidikan Kesetaraan yang dilaksanaankan oleh satuan pendidikan. “Untuk kelulusan karena masih Pandemi Covid-19, pertimbangannya masih sama seperti tahun 2020 yaitu ujian Pendidikan Kesetaraan dilaksanakan secara daring atau jarak jauh,” ujarnya.